Efisiensi Produksi

Berapa Banyak Biaya yang Hilang Akibat Pemotongan Logam yang Tidak Presisi?

Pemotongan logam yang tidak presisi dapat menambah biaya material, machining, dan reject. Kenali biaya tersembunyi serta cara menghitung dampaknya.

Apakah biaya pemotongan logam di perusahaan Anda sudah dihitung secara menyeluruh? Selain listrik dan mata pisau, hasil potong yang tidak presisi dapat menambah pemborosan material, memperpanjang proses machining, dan meningkatkan risiko reject. Biaya tersebut sering tersebar di beberapa tahapan produksi sehingga dampaknya sulit terlihat. Artikel ini membahas empat biaya tersembunyi akibat pemotongan yang tidak konsisten, contoh perhitungannya, serta aspek yang perlu dievaluasi saat memilih solusi pemotongan sesuai kebutuhan produksi.

Berapa Banyak Biaya yang Hilang Akibat Pemotongan Logam yang Tidak Presisi?

Biaya pemotongan logam tidak berhenti pada harga mesin, listrik, dan mata pisau. Hasil potong yang tidak akurat juga dapat menambah pemborosan material, memperpanjang proses machining, dan meningkatkan risiko produk ditolak.

Biaya-biaya tersebut sering tersebar di beberapa tahapan produksi sehingga sulit terlihat sebagai satu sumber kerugian. Padahal, ketika terjadi berulang pada ratusan hingga ribuan potongan, dampaknya terhadap margin keuntungan bisa cukup besar.

Bagaimana cara mengenali biaya tersembunyi tersebut, dan kapan perusahaan perlu mengevaluasi mesin potongnya?

Mengapa Ketidakpresisian Menjadi Masalah Besar?

Pemotongan merupakan tahap awal yang menentukan kesiapan material untuk proses berikutnya. Panjang potongan yang tidak konsisten, permukaan yang miring, atau hasil potong yang kasar dapat menambah pekerjaan pada mesin bubut maupun milling.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, operator biasanya memberikan machining allowance, yaitu tambahan ukuran material yang akan dibuang pada proses pengerjaan berikutnya.

Allowance memang diperlukan dalam banyak aplikasi. Namun, allowance yang terlalu besar untuk mengompensasi hasil potong yang tidak konsisten dapat meningkatkan konsumsi material dan waktu pengerjaan.

Karena itu, efisiensi pemotongan perlu dinilai dari keseluruhan proses: berapa banyak material yang digunakan, berapa lama waktu pengerjaan, dan berapa banyak potongan yang memenuhi kebutuhan produksi.

4 Biaya Tersembunyi Akibat Pemotongan Tidak Presisi

1. Pemborosan Material

Hasil potong yang miring atau panjangnya tidak konsisten sering membuat operator menambahkan allowance lebih besar sebagai langkah antisipasi.

Material tambahan tersebut kemudian dibuang menjadi geram pada proses machining. Semakin besar allowance dan semakin tinggi volume produksi, semakin besar pula biaya material yang ikut terbuang.

Pemborosan juga dapat terjadi ketika potongan terlalu pendek sehingga tidak bisa digunakan untuk menghasilkan komponen sesuai ukuran akhir.

Yang perlu diperiksa:

  • Selisih antara panjang material awal dan panjang komponen akhir.
  • Besarnya allowance yang digunakan.
  • Jumlah potongan yang tidak dapat digunakan.
  • Berat dan nilai material yang terbuang.

2. Bertambahnya Biaya Proses Lanjutan

Permukaan potong yang tidak rata atau tidak tegak lurus dapat membutuhkan pengerjaan tambahan, seperti facing pada mesin bubut atau perataan pada mesin milling.

Proses tersebut menggunakan waktu operator, kapasitas mesin, energi, dan cutting tool. Jika volumenya besar, pekerjaan tambahan ini juga dapat mengurangi kapasitas mesin untuk mengerjakan proses utama.

Hasil potong yang lebih konsisten berpotensi mengurangi beban pengerjaan tersebut. Namun, kebutuhan facing tetap bergantung pada toleransi, kualitas permukaan, dan spesifikasi komponen akhir.

Yang perlu diperiksa:

  • Waktu facing atau perataan per komponen.
  • Biaya operasional mesin per jam.
  • Konsumsi cutting tool.
  • Antrean pekerjaan pada proses machining.

3. Meningkatnya Risiko Reject dan Rework

Variasi ukuran material awal atau blank dapat mengganggu proses berikutnya. Potongan yang terlalu pendek, misalnya, mungkin tidak memiliki cukup material untuk mencapai dimensi akhir.

Sementara itu, potongan dengan allowance berlebihan dapat memerlukan waktu pengerjaan lebih lama atau penyesuaian proses.

Dampaknya dapat berupa rework, penggantian material, hingga reject jika komponen tidak dapat diperbaiki. Selain biaya langsung, kondisi ini berpotensi mengganggu jadwal produksi dan pengiriman.

Yang perlu diperiksa:

  • Persentase reject akibat ukuran atau kualitas hasil potong.
  • Jumlah komponen yang memerlukan rework.
  • Waktu dan biaya pengerjaan ulang.
  • Dampaknya terhadap target produksi.

4. Pemakaian Mata Pisau yang Tidak Efisien

Getaran, pencekaman yang kurang stabil, serta parameter pemotongan yang tidak sesuai dapat memberikan beban tidak merata pada mata pisau.

Kondisi tersebut dapat mempercepat keausan atau meningkatkan risiko kerusakan gigi pisau. Pergantian blade yang terlalu sering juga menambah waktu berhenti mesin.

Meski demikian, hasil potong yang buruk tidak selalu disebabkan oleh kondisi mesin. Pemilihan blade, karakteristik material, coolant, dan pengaturan parameter juga perlu dievaluasi.

Yang perlu diperiksa:

  • Jumlah potongan yang dihasilkan per blade.
  • Frekuensi penggantian atau pengasahan blade.
  • Pola keausan dan kerusakan gigi.
  • Waktu berhenti mesin akibat pergantian blade.

Cara Menghitung Biaya yang Hilang

Mulailah dari biaya tambahan yang paling mudah diukur, seperti waktu pengerjaan ulang atau facing.

Misalnya, suatu proses menghasilkan 3.000 potongan per bulan. Karena hasil potong kurang rata, setiap potongan memerlukan tambahan facing selama 1 menit di luar proses standar.

Dengan asumsi biaya operasional mesin dan operator sebesar Rp150.000 per jam, perhitungannya adalah:

  • Tambahan waktu: 3.000 × 1 menit = 3.000 menit.
  • Total tambahan waktu: 3.000 ÷ 60 = 50 jam.
  • Tambahan biaya: 50 × Rp150.000 = Rp7.500.000 per bulan.

Angka tersebut baru mencakup satu sumber biaya. Pemborosan material, konsumsi cutting tool tambahan, reject, dan downtime belum termasuk.

Contoh ini merupakan simulasi, bukan estimasi penghematan KCS-70. Gunakan data produksi aktual untuk menghitung potensi efisiensi di perusahaan Anda. Hindari menghitung biaya yang sama dua kali jika sudah termasuk dalam tarif operasional mesin.

Solusi Pemotongan Presisi: CNC Circular Saw Machine KCS-70

Untuk kebutuhan pemotongan berulang dengan tuntutan konsistensi dan produktivitas, CNC Circular Saw Machine KCS-70 dapat menjadi salah satu pilihan yang dievaluasi bersama tim KSI.

Penilaian mesin sebaiknya dimulai dari jenis material, ukuran penampang, panjang potongan, toleransi, dan target produksi. Data tersebut membantu menentukan apakah konfigurasi mesin dan blade sesuai dengan aplikasi Anda.

Aspek KCS-70 yang Perlu Dievaluasi untuk Menekan Biaya Produksi

  • Konsistensi panjang potongan: Evaluasi hasil pemotongan berulang untuk mengetahui apakah variasi ukuran memenuhi kebutuhan proses berikutnya.
  • Kualitas permukaan dan kesikuan: Periksa apakah hasil potong dapat mengurangi allowance atau waktu pengerjaan lanjutan.
  • Waktu siklus: Ukur waktu pemotongan pada material dan dimensi yang sama dengan kebutuhan produksi Anda.
  • Stabilitas pemotongan: Evaluasi pencekaman, getaran, dan kesesuaian parameter terhadap material.
  • Efisiensi blade: Bandingkan biaya blade dengan jumlah potongan layak pakai yang dihasilkan.

Hasil uji potong menjadi dasar yang lebih kuat untuk menilai manfaat mesin daripada hanya membandingkan spesifikasi atau harga pembelian.

Pemilihan mesin potong perlu mempertimbangkan cost per cut atau biaya per potongan, termasuk material terbuang, kebutuhan pengerjaan lanjutan, pemakaian blade, dan waktu berhenti mesin.

Kesimpulan

Pemotongan logam yang tidak presisi dapat menambah biaya di beberapa titik sekaligus: material, machining, kualitas produk, dan pemakaian mata pisau.

Langkah pertama untuk memperbaikinya adalah mengukur kondisi aktual. Catat variasi ukuran, allowance, waktu pengerjaan tambahan, tingkat reject, dan umur blade. Setelah itu, evaluasi perbaikan proses maupun pilihan mesin berdasarkan kebutuhan produksi.

Dengan pendekatan tersebut, investasi mesin dapat dinilai dari kontribusinya terhadap efisiensi dan biaya per potongan.

Butuh Bantuan Mengevaluasi Efisiensi Pemotongan Anda?

Informasikan jenis material, dimensi, aplikasi, toleransi, dan target produksi kepada tim PT. Keensaw Solusi Indonesia (KSI).

Tim KSI dapat membantu mengevaluasi kebutuhan mesin dan blade, termasuk kesesuaian CNC Circular Saw Machine KCS-70 untuk proses produksi Anda.

Diskusikan kebutuhan pemotongan Anda melalui halaman Request Quotation.

KSI — ONE STOP METAL CUTTING SOLUTION

Konsultasi WhatsApp